Pertanyaan yang sudah terjawab:

Singkatnya, Officium Nobile dapat dikatakan sebagai profesi yang mulia. Officium Nobile disematkan kepada advokat karena Advokat mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat dengan berpegang teguh pada prinsip moralitas, keadilan, kepatutan, kepatuhan dan penegakan hukum untuk melindungi masyarakat. Selain itu, Advokat dalam melakukan tugasnya tidak bertujuan semata-mata untuk memperoleh imbalan materi tetapi lebih mengutamakan tegaknya Hukum, Kebenaran dan Keadilan. (Lihat Kode Etik Advokat)

Melaporkan suatu tindak pidana ke kepolisian sangat mudah. Pelaporan dilakukan dengan mendatangi Kepolisian bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sesuai dengan daerah hukum terjadinya tindak pidana. Misal, kejadiannya terjadi di Kecamatan A, maka dapat melapor ke Kepolisian tingkat Sektor (POLSEK) A, atau bisa juga ke kantor Kepolisian Daerah (POLDA) kota/kabupaten tempat kejadian tersebut. Setelah itu, Kepolisian akan Surat Perintah Penyidikan atas Laporan Tersebut.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam melaporkan suatu tindak pidana antara lain: Alat Bukti (jika ada), Identifikasi atas Pasal tindak pidana yang relevan.

Jasa Hukum Pro-bono adalah Jasa (konsultasi hukum, pendampingan diluar atau di dalam persidangan dan lain sebagainya) yang diberikan Advokat kepada kliennya yang tidak mampu secara cuma-cuma (gratis). Di Indonesia, Advokat diwajibkan melakukan Pro-bono sebagaimana amanat Pasal 22 ayat (2) UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Pro-bono tersebut wajib dilaksanakan selama 50 Jam dalam setahun (Lihat Peraturan PERADI No. 1 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma). Bahkan, jika Advokat menolak untuk melakukan Pro-bono maka akan dikenakan sanksi berupa: teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara, atau pemberhentian tetap.

Tema Hukum Lainnya

Ingin Mengajukan Pertanyaan?